Je ne parle pas française lho…

04Mei09

francaise

Belgia merupakan negara bilingual, bahasa Belanda, dan Bahasa Perancis. Bahasa Vlaams (Belanda) digunakan oleh penduduk di daerah Vlaanderen, yang secara geografis berada di sebelah utara Belgia; sementara bahasa Perancis dipergunakan oleh kelompok Wallonia yang secara geografis berada di sebelah selatan Belgia. Sebenarnya masih ada satu kelompok lagi, yaitu yang berbicara bahasa Jerman, namun jumlahnya sangat kecil. Lagipula, bahasa resmi Belgia hanya dua: bahasa Vlaams dan Perancis.

Saking resminya dua bahasa tersebut, untuk setiap naskah resmi maupun acara resmi kenegaraan, para pejabat negara wajib menggunakan dua bahasa tersebut secara bergantian dalam pidato-pidatonya. Dan bukan berarti bahwa setelah selesai membaca pidato dalam bahasa Perancis, lantas pidato dibacakan lagi dalam bahasa Vlaams. Namun dua bahasa itu harus digunakan dalam satu naskah. Ilustrasinya, separuh naskah menggunakan bahasa Perancis, separuhnya lagi menggunakan bahasa Belanda… begitu kira-kira.

Bahkan daerah khusus Ibukota Brussel (statusnya memang mirip DKI Jakarta), memiliki kewajiban untuk menggunakan dua bahasa tersebut. Misalnya, kalau di wilayah Vlaanderen petunjuk jalan boleh hanya menggunakan bahasa Vlaams, dan di wilayah Wallon menggunakan bahasa Perancis, maka di Brussel petunjuk jalan harus menggunakan dua bahasa.

Nah, salah satu ‘cita-cita’ saya begitu tiba di sini adalah saya harus bisa menguasai bahasa Perancis. Kenapa bahasa Perancis?

Pertama, saya tidak memiliki kemampuan untuk belajar dua bahsa sekaligus, ke-dua, paling tidak bahasa Perancis lebih banyak dipergunakan di berbagai belahan dunia ini. Bahkan menjadi salah satu bahasa resmi PBB.

Setahun sudah saya tinggal di Belgia. Sudahkah ‘cita-cita’ saya itu terwujud? Ternyata belum. Not even half-way. Sebenarnya saya sudah mengikuti kursus yang diselenggarakan 0leh salah satu gemente (setingkat kantor Walikota) yang berada di wilayah Daerah Ibukota Brussel.

Kursus sudah berjalan tiga bulan, dan berjalan dengan cukup lancar. Si pengajar menolak dan melarang penggunaan bahasa lain di dalam kelas untuk lebih memperlancar proses belajar kami, begitu katanya. Dan memang awal-awalnya terasa berat, karena saya sama sekali kesulitan untuk memahami apa yang menjadi bahan pembicaraan di kelas. Namun lama-kelamaan saya bisa merasakan faedah metode pendidikan a la crash program itu, yaitu semakin cepat saya belajar.

Namun karena satu dan lain hal, ya hanya tiga bulan itulah saya belajar bahasa Perancis. Padahal masih tersisa 9 bulan lagi untuk menyelesaikan tingkat dasar.

Tapi it’s okaylah. Saya masih punya dua tahun di sini. Masih ada waktu untuk mengejar ketinggalan. 😀

*****

Iklan


2 Responses to “Je ne parle pas française lho…”

  1. 1 MOTRO

    Tetap semangat yah…
    Tidak ada kemampuan dan ketrampilan yang tidak berguna, semua pasti bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: