Demam Blekberi

26Feb09

e711

Belakangan ini saya mencermati beberapa fenomena yang (menurut saya) cukup menarik. Yaitu pada beberapa, sebagian besar malah, email yang saya terima, selalu menyertakan footer dengan bunyi kurang lebih, “Sent from my Blacberry from a particular GSM provider.”

Wow. Tidak di sini, tidak di sana, saya rasa demam blekberi ini sedang benar-benar melanda. Paling tidak, sebagian besar kolega/kenalan saya saat ini sudah memiliki blekberi.

Saya belum.

Saya belum bisa memperkirakan kapan saya akan tertular demam blekberi ini. Mungkin segera, mungkin dalam waktu lama, atau mungkin tidak sama sekali.

Sejauh ini, saya lebih banyak memanfaatkan ponsel untuk dua hal paling utama yang memang dirancang untuknya, yaitu: menelepon dan berkirim layanan pesan singkat (sms).

Beberapa fungsi tambahan yang saya pergunakan adalah manajemen informasi pribadi (PIM), dan pencatatan jadwal. Untuk mendengarkan lagu dan menonton klip-klip pendek, saya masih cukup percaya dengan iPod. Saya pun jarang sekali menggunakan fasilitas kamera yang ada di ponsel.

Untuk berkoneksi internet saya masih mengandalkan notebook kebanggaan saya. Koneksi internet dengan ponsel hanya saya lakukan secara sangat terbatas dan hanya apabila benar-benar diperlukan — seperti melakukan proses penutupan transaksi eBay pada saat saya tidak memiliki akses ke notebook maupun PC, misalnya. Pun melakukan cek email, masih saya lakukan dengan menggunakan Microsoft Outlook di notebook atau PC kantor. Koneksi internet dengan ponsel saya lakukan sebisa mungkin dengan menggunakan layanan WiFi.

Sebab utamanya sangat sederhana, tapi sangat prinsipil dan sensitif: biaya interkoneksi berbasis 3G dan HSDPA di sini masih sangat mahal. Beberapa bulan belakangan ini, semenjak menggunakan ponsel yang memiliki fasilitas internet, tagihan layanan seluler saya melonjak hingga rata-rata 60% setiap bulannya. Wow.

Jadi, saya belum tau kapan saya akan join the blekberi bandwagon. Saya sudah cukup puas dan bangga dengan ponsel saya saat ini, dan terus terang, iPhone jauh lebih menarik untuk saya. Hanya saja, di sini ribetnya setengah mati buat melanggan layanan seluler dengan iPhone, dan saya belum cukup mempercayai SIM-lock-free iPhone.

So, for the time being, saya akan bertahan dengan apa yang ada saja lah.  And in fact, frankly speaking, Nokia 8210 jaman jebot attracts me more to revert back to it

*****

Iklan


2 Responses to “Demam Blekberi”

  1. 1 peanutbutterjellywho

    E71 ftw forever..

  2. saya juga belum, pakde!!! dan sepertinya ga akan pernah beli juga…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: