Tinjauan Satu Tahun Thinkpad X61 Saya

22Des08

x61windows7lowres

Hari ini, 22 Desember 2008, masa garansi standar Thinkpad X61 saya (model 7675-CTO)* berakhir sudah. Berarti, satu tahun sudah produk Lenovo yang satu ini setia menemani saya menjalankan berbagai tugas, dan juga berelaksasi dengan berbagai hiburan dan atraksi.

Sepanjang pengamatan dan pengalaman saya, Thinkpad ini merupakan satu-satunya notebook yang paling tidak “manja” (paling tidak dari yang pernah saya miliki dan saya rasakan). Pokoknya™ keeps on going deh.

Tes fisik yang pernah terjadi (secara tidak sengaja) adalah Thinkpad saya tersebut jatuh dari ketinggian meja konferensi dalam posisi hidup. Kerusakan yang diderita hanyalah sedikit “cuil” di bagian batre-nya, dan tidak ada tanda-tanda ke-“cuil”-an di tempat lainnya. Setelah jatuh itu, si Thinkpad masih tetap menyala, hidup dan tetap beroperasi dengan baik. Pun ketika saya lakukan thorough disk check, tidak ditemukan adanya bad-sector secara fisik di harddisknya yang berkapasitas 120GB tersebut.

Sebagai wujud ucapran terima kasih atas perilaku baiknya selama satu tahun terakhir tersebut, si Thinkpad dimaksud saya hadiahi dengan dua keping SODIMM DDR-2 SDRAM 2GB, yang saya pesan langsung dari Crucial Europe. Hingga saat ini, secara fisik di Thinkpad saya itu terpasang 4GB RAM (terbaca oleh XP Pro sebanyak 3 GB, dan terbaca oleh Windows7 Ultimate Beta 1 sebanyak 4 GB).

Selain upgrade RAM, tidak ada penambahan lain yang saya lakukan. Bentuk dan komposisi masih sama seperti yang dulu. Prosesor Intel Core-2-Duo T7300 2Ghz, Harrdisk 120GB, Intel Gigabit Ethernet, Intel WiFi Link AGN, 1024-780 TFT LCD dan kartu grafis terpadu Intel.

Adapun perkakas yang menunjukkan tanda-tanda penggunaan adalah keyboard dan trackpoint cap. Kenyamanan mengetik di Thinkpad yang dapat disetarakan dengan mengendarai Volvo membuat tugas-tugas pengetikan menjadi nyaman. Penggunaan trackpoint (dan bukannya trackpad) memang memerlukan keterbiasaan, dan sekalinya sudah terbiasa, saya dapat mengolah foto dengan menggunakan Photoshop CS2 tanpa menggunakan mouse eksternal.

Salah satu sisi negatif yang ada adalah munculnya gejala processor whine, yang menurut informasi yang saya peroleh dari internet lazim terjadi pada processor Intel Core-2-Duo generasi pertama dan kedua, dan terjadi tidak hanya pada Thinkpad. Dan processor whine ini (yang menyerupai suara berderit dalam intensitas yang berubah-ubah), terkadang lebih terdengar dari suara pendingin internal Thinkpad. Apabila tidak ada gejala processor whine ini, saya yakin bahwa Thinkpad saya ini dapat menjadi notebook tersunyi di kelasnya.

Hal lain yang mengganggu adalah bahwa setiap tiga bulan sekali, saya harus melakukan reset to factory state. Namun saya yakin bahwa itu terjadi bukan karena Thinkpadnya. Namun lebih kepada OS-nya itu sendiri, yaitu Windows yang memang memiliki kecenderungan untuk semakin melambat setelah 3 bulan.

To sum up,

Saya belum pernah merasa sepuas ini menggunakan notebook sebelum saya menggunakan Thinkpad X-61 ini. Benar-benar tahan banting. Hingga saat ini, apabila ada yang menanyakan kepada saya untuk merekomendasikan suatu merk notebook, saya tidak pernah ragu untuk mengatakan: “Get yourself a Thinkpad. It will make you more capable than anybody else in any way.”

*CTO=Custom To Order
Iklan


No Responses Yet to “Tinjauan Satu Tahun Thinkpad X61 Saya”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: