Peraturan “Gila”: Prioritas Kanan

10Des08

Salah satu tantangan ketika berada dalam tahap penyesuaian diri hidup di sini adalah merubah kebiasaan mengemudi mobil, dari yang semula berada di lajur kiri dengan setir di sebelah kanan; menjadi berada di lajur kanan dengan setir berada di sebelah kiri.

Meskipun saya cukup bangga dengan skill mengemudi saya, namun tetap saja ada perasaan kagok dan tidak biasa. Walhasil, awal-awal dulu itu, beberapa kali mobil pinjeman yang saya kemudikan kaca spion sebelah kanan sering berserempetan dengan mobil lain yang diparkir.

Hal lain yang membuat tambah kagok adalah peraturan, yang oleh orang Belgia sendiri “diakui” sebaga mad rule. Yaitu: prioritas jalan adalah milik mereka, siapapun itu, yang berada di sebelah atau datang dari arah kanan. Tidak perduli apakah dia datang dari jalan utama, jalan kecil maupun jalan becek tidak ada ojek. Pokoknya™, sepanjang dia berada di sebelah kanan, dia yang dapat prioritas.

Berbeda dengan di Indonesia, di mana prioritas adalah milik orang yang datang dari jalan utama.Walhasil, beberapa kali pula saya nyaris terlibat dalam insiden jalanan kecil-kecilan. Maklum, untuk dapat mengikuti mad rule tersebut, perlu pembiasaan diri yang cukup lama.

Peraturan “gila” tersebut, katanya, diterapkan untuk mengurangi laju kendaraan. Jadi, orang-orang dipaksa untuk tidak terlalu ngebut, dan agar memperhatikan arah kanan. Ternyata, meskipun sempat memunculkan kebingunan kepada warga Belgia sendiri sewaktu aturan ini pertama kali diterapkan, terbukti efektif mengurangi jumlah kecelakaan berat yang cukup signifikan.

Namun banyak yang bisa dicontoh dan ditiru dari situasi lalu lintas di sini, seperti misalnya keteraturan dan ketertiban. Meskipun macet luar biasa (kemacetan Jl. Thamrin aja lewat deh…), orang-orang sini terbiasa antri dan tertib. Jadilah satu pemandangan indah. Nyaris tidak ada peristiwa serobot sana serobot sini. Satu lagi, di sini klakson menjadi barang yang seperti kehilangan makna dan arti karena nyaris tidak ada orang yang menggunakannya (kecuali sopir taksi, tentu saja). Well, paling tidak, itu yang saat ini sedang mereka coba untuk terapkan.

Pemerintah Belgia memang menerapkan peraturan jalan raya yang lebih ketat, mengingat reputasi orang Belgia di jalan raya =menduduki peringat paling rendah, bersama dengan Perancis, dari seluruh kawasan Eropa barat.

Sebagai ilustrasi, berikut cuplikan dari buku mengenai Belgia dan Luksemburg dari Lonely Planet:

‘Aggressive’ is the word generally used to describe Belgian drivers, and many foreigners who take to the roads here find it apt. Whether cruising on a sleek highway or bouncing over potholed inner-city streets, drivers have a reputation for being fast, impatient and at times abusive … anyone idling at 120km/h in the fast lane of a motorway will be flashed from behind by speed demons doing 160km/h … One peculiarity that ensures adrenaline-pumped journeys is the voorrang van rechts / priorité à droite (give way to the right) law, which operates in both Belgium and Luxembourg. Thanks to this rule, cars darting out from side streets sometimes have right of way over vehicles on the main road (but not always – signs with an orange diamond surrounded by white mean the main road has priority). Recent figures show that 250 people die each year due to this rule … Statistically, Belgium has double the rate of road fatalities of most of its neighbouring countries (France is the exception) … And if you think all this is a bit exaggerated, have a read of Pisa Test’s recent study of 3000 European drives in which the Belgians came out as the worst drivers in Europe. Just 48% are capable of passing their driving test …

Leanne Logan & Geert Cole, Lonely Planet: Belgium & Luxembourg (2007)

****

Iklan


No Responses Yet to “Peraturan “Gila”: Prioritas Kanan”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: