Macet Lagi Macet Lagi… Gara-gara Si Komo Lewat

24Nov08

Demi mengatasi kemacetan di Jakarta, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini akan memajukan jam sekolah, dari yang semula pukul 07.00 menjadi 06.30. Pagi.

Dari berbagai berita yang saya baca, tujuan peng-awal-an jam sekolah tersebut ditujukan untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi hampir saban hari, setiap saat, pagi-siang-sore di jalanan ibu kota itu. Berbagai pro dan kontra sudah dilontarkan oleh mereka para pemerhati. Seperti biasa, namanya pro dan kontra ada yang mendukung dan ada yang menolak.

Namun berdasar atas pengalaman, lalu lintas Jakarta memang unik. Apa yang saya rasakan, kemacetan di Jakarta memang agak berkurang ketika musim liburan sekolah telah tiba. Ajaib.

Dan ternyata memang saking sayangnya para orang tua terhadap anak-anak mereka yang bersekolah, terutama orang tua yang mampu, menyediakan satu kendaraan (mobil, khususnya) khusus untuk anak tersayang. Khusus untuk keperluan sekolah. Kalaupun tidak bisa menyediakan khusus, ya sebelum berangkat ke kantor, para orang tua ini mengantarkan anak ke sekolah terlebih dulu (just what my former boss does).

Jadi diharapkan, dengan majunya jam sekolah, maka maju juga jam pengantaran anak ke sekolah. Dus, mengurangi arus lalu lintas pada saat jam-jam sibuk, saat orang-orang berangkat ke kantor. Tapi benarkah? Marilah kita sama-sama berharap bahwa benar seperti itu adanya.

Sebenarnya, mungkin akan lebih baik kalau disediakan bus sekolah khusus. Lebih rumit memang, terlebih mengingat persebaran komplek rumah tinggal yang sangat tidak merata, kemacetan yang juga menjadi ‘momok’ bis sekolah, belum lagi adanya praktek-praktek yang mungkin tidak jelas; membuat opsi bus sekolah menjadi kurang menarik.

Tapi mengikuti bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk “menaklukan” kemacetan yang sudah tidak manusiawi lagi itu terkadang memang “mengasyikan”. Dalam artian bahwa saya seperti menonton pertandingan panjat pinang saat tujuh belasan. Well, mungkin panjat pinang bukan analogi yang paling tepat untuk itu.

Tapi coba saja, berbagai kebijakan dan strategi yang sudah diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta seperti “kebijakan” dan strategi tim panjat pinang untuk dapat meraih hadiah sebanyak-banyaknya. Terkadang strateginya berhasil, namun lebih sering tidak. Coba saja, paling tidak yang tercatat sudah dilaksanakan adalah kebijakan three-in-one, penyediaan jalur khusus “busway”, lajur khusus sepeda motor (meski hanya bertahan beberapa minggu), dan lain-lain.

On a more positive note, Saya tentu saja mengharapkan agar perhitungan yang dilakukan oleh Pemprov DKI terkait dengan pemajuan jam sekolah tersebut memang benar-benar dapat mengurai carut-marut kemacetan lalu lintas di Jakarta. ***

Iklan


No Responses Yet to “Macet Lagi Macet Lagi… Gara-gara Si Komo Lewat”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: