No, Honey. We Are Not Allowed To Make Love Naked Anymore.

31Okt08

Saya dengar dan saya baca, ini hari DPR RI yang terhormat itu, melalui Rapat Paripurnanya, telah mengesahkan RUU Pornografi menjadi UU Pornografi. Betulkah? Ternyata betul.

Wow.

Saya ucapkan selamat kepada seluruh wakil rakyat yang terlibat, instead of memikirkan urusan perut rakyat banyak, mereka lebih memilih untuk mengurus hal-hal yang berhubungan dengan wilayah yang jauhnya sepuluh senti di bawah perut.

Seperti di negara ini tidak ada hal yang jauh lebih penting lagi. Segala macam urusan pornografi diurusi.

Wow.

Now I have the state watching my ass and tell me as to when to be turned on or turned off. But this time, they actually let me down. Big time.

Saya harap semoga aksi-aksi yang dilakukan oleh para penentang (R)UU ini yang antara lain menempuh langkah dengan meminta judicial review, dapat disikapi melalui reaksi yang tidak bersikap anarkis, tapi bersifat arif.

Semoga tidak terjadi gontok-gontokan antara pihak yang berlawanan gara-gara ditetapkannya Undang-Undang yang mengatur masalah selangkangan dan belahan dada ini.

Berhubung omongan saya sudah menjurus kepada arah yang kasar, sebaiknya saya berhenti bicara saat ini juga. Daripada nanti saya dijerat dengan menggunakan undang-undang itu karena menyebutkan kata-kata pantat, selangkangan dan belahan dada. ***

Iklan


No Responses Yet to “No, Honey. We Are Not Allowed To Make Love Naked Anymore.

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: