Them or Them?

04Sep08

(Karikatur diambil dari website the Economist)

Barack Obama & Joe Bidden (DEM) OR John McCain & Sarah Palin?

I don’t know. I think the compettion is tight between those two. They have their respective pros and cons, ups and downs, goods and bads. So I guess I will just watch the Americans decide who are going to be their next President and Vice President. I will just watch and refrain myself from making any prediction. But oh boy, let me get out off bound by saying that Sarah Palin is a H.O.T.T.I.E… she’s HOT! ­čśÇ

So I guess it will be a win-win situation in November. Whoever enters the Oval Office in January 2009 to replace Calamity Bush, Americans win. Obama is a good, charming, charismatic person despite his lack of experience in executive business.

Joe Biden, people say is the perfect match for Obama for being a brisk, tacky and brave, even though I hardly know him.

John McCain is rich in experience, shot down and POW-ed in Nam back in ’60-es, even though he is a temperamental one and I bet he’ll be no different than calamitious Bush.

Sarah Palin is a motherly politician, a mother with five kids, I bet her husband loves her so much, and congratulation to you, Sir!, by the way, has never been in any ordinary American’s radar before.

Jadi kali ini saya tidak akan memprediksikan siapa yang akan menjadi Presiden AS berikutnya. Separuh karena saya tidak peduli, separuhnya lagi karena menurut saya kedua pasangan sama-sama kuat (dan at the same time sama-sama lemahnya). Jadi saya akan menyaksikan dan membiarkan saja rakyat Amerika memilih Presidennya.

Saya jadi teringat sewaktu Bill Clinton terpilih menjadi Presiden ke-42 AS, pikiran saya adalah, “Who the heck is Bill Clinton?” “What Governor of where??” Tapi ternyata, IMHO, dia adalah the best US President ever. Slick Willy, begitu ia biasa disapa sewaktu menjabat sebagai Gubernur Arkansas, dicintai oleh sebagian besar rakyat Amerika, liberal maupun conservatif, dan juga dihormati dan disegani oleh masyarakat Internasional.

Keputusan yang diambilnya jarang didasarkan pada pertimbangan emosional, tapi lebih kepada logika. Sewaktu tentara Amerika menjadi ‘bulan-bulanan’ di Somalia, dia memilih untuk menarik kontingen Amerika pulang, daripada memperbesar jumlah pasukan dan membalas dengan kekuatan yang lebih besar. Padahal dengan kekuasaan dan kekuatan yang ada di tangannya, he had the all might to send the whole Somalia to oblivion, tidak seperti yang dilakukan oleh Bush di Irak dan Afghanistan.

Saya juga jadi teringat satu obrolan dengan seorang warga Amerika setelah pemilihan umum tahun 2004, yang pada intinya dia mengatakan (kurang lebih), “Let’s forget that we just made another mistake by electing this President, and let’s pretend for the next four years that we don’t have a President.”

Nah, pertanyaan sekarang, apakah rakyat Amerika akan membuat kesalahan lagi? Well, they wouldn’t… jika Bill Clinton boleh mencalonkan diri lagi… Hehehe.

Iklan


One Response to “Them or Them?

  1. No Comment lah.
    Numpang tambah back link ajah
    hehehehe

    peace.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: