Pelangi

13Agu08

After every storm, if you look hard enough, a rainbow appears.” (Tertulis di albumnya Mariah Carey yang berjudul Rainbow.)

Hanya saja, dalam hal ini, seperti foto di atas, tidak diperlukan satu badai untuk memunculkan pelangi. Saat itu hanya diperlukan satu bagian gerimis rintik-rintik dan satu bagian matahari yang bersinar cerah ceria.

Cuaca di sekitar sini memang luar biasa tidak menentunya. Panas terik, dingin menggigit, hujan deras, gerimis, dan angin kencang bisa datang silih berganti dalam satu hari saja. Kalau saya bilang sih cuaca di sini sama persis dengan penduduknya. Tidak bisa ditebak apa maunya.

Di sini memang sinar matahari menjadi satu barang yang mewah. Dalam satu tahun, paling hanya beberapa minggu saja ada sinar matahari, cuaca yang hangat bersahabat dan cerah ceria. Selebihnya cuacanya bisa diumpamakan dengan kita nongkrong di depan kulkas yang pintunya terbuka. Tidak heran, di sini yang namanya air conditioner gak laku.

Kalau pas matahari sedang giat bersinar, orang-orang setempat dengan sengaja berjemur. Orang-orang yang menggunakan kendaraan, lebih senang membuka jendela lebar-lebar, atau kalau yang cukup beruntung membuka sun roof-nya juga lebar-lebar dan yang sangat beruntung put that rag-top down.

Di sini sulit mencari mobil seken yang ada ac-nya. Orang-orang sini lebih senang menambahkan opsi sun roof daripada ac. Padahal kalau sedang musim panas, hawanya bisa mirip dengan Jakarta, hanya saja di sini tidak lembab.

Saya jadi membayangkan, seandainya iklim tropis bisa diekspor, wah, negara kita bisa kaya raya mendadak deh. “Bungkus tuh matahari!” begitu saya sering membatin.

Tapi akhir-akhir ini cuaca di sini sering tidak menentu. Seperti yang saya tulis di atas. Tiga musim (untung di sini (katanya) jarang ada salju) bisa datang dalam satu hari yang sama. Jadi foto di atas itu saya ambil pas saya lagi bengong-bengong bego di balkon, menikmati gerimis ditemani secangkir kopi panas yang saya bawa dari Jakarta dan sepiring kripik kentang lokal.

Hari itu tiba-tiba matahari bersinar dengan gegap gempita ketika gerimis akan hendak selesai. Dan muncullah pelangi itu, refleks terus jeprat-jepret-jeprat-jepret.

Iklan


One Response to “Pelangi”

  1. setuju hidup perlu di nikmati….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: